Berawal dari dua gadis yang tinggal di panti asuhan. Mereka hidup tanpa bersama ayahnya. Wanda, adalah anak semata wayang Ibunya yang juga sebagai pekerja PSK untuk memenuhi kebutuhan diri dan anaknya. Sementara Hanum, teman Wanda yang setia dengannya. Hanum tidak mempunyai bapak maupun Ibu sejak ia masuk ke panti asuhan. Setelah beberapa tahun, mereka berdua keluar dari panti asuhan, melanjutk…
"Ibu tidak pernah menangis di depan kami, walaupun ingin menangis, itu hanya menggit bibirnya kuat-kuat hingga berdarah, agar tangisnya tak terdengar oleh kami, anak-anaknya yang selalu dikuatkannya dengan kata-kata jangan pernah menjual kesedihan dan tangisan hanya untuk masa depan, karena masa depan adalah rancangan, kehidupan adalah sekarang."