Siapa yang tidak kenal dengan Chairil Anwar? Buku Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Putus memuat serangkaian sajak terkemuka dari sastrawan Indonesia, Chairil Anwar. Kumpulan sajak ini mencerminkan perjuangan yang tak pernah padam dan terus membahana dalam perjalanan waktu. Meski ia telah lama pergi, karya-karyanya terus abadi hingga saat ini.
Membaca kumpulan puisi Tiga Menguak Takdir, membawa kita menyelami pemikiran dan perasaan Chairil Anwar, Rivai Apin, dan Asrul Sani. Walaupun ketiganya datang dari latar belakang yang berbeda, pemikiran dan perasaan mereka menyatu demi mencapai suatu cita-cita. Seperti yang dikatakan Asrul Sani dalam pendahuluan buku ini, “Perdekatan ini tak berarti menuruti salah satu garis atau garis dari s…