Kisah ini berawal dari Minang sekitar danau Maninjau yang mengisahkan tantang perjalanan hidup seorang anak laki-laki bernama Alif, yang bersekolah di madrasah tsanawiyah. Ia lulus dengan nilai ujian sepuluh terbaik di Kabupaten Agam. Alif dan Randi mempunyai keinginan melanjutkan sekolahnya di SMA.
Novel Ranah 3 Warna adalah novel kedua dari trilogi negeri 5 menara yang penulisnya adalah Ahmad Fuadi, seorang mantan wartawan TEMPO dan VOA yang memiliki segudang prestasi. Diantaranya adalah memperoleh 8 beasiswa dari luar negeri. Dan dianugerahi sebagai penulis dan fiksi terfavorit.
Kepercayaan diri Alif yang sedang menggelagak. Sudah separuh duania dikelilingi, tulisannya pun sudah banyak tersebar di berbagai media, dan yang menarik Alif diwisuda dengan nilai terbaik. Bahkan bagi seorang wisudawan terbaik, tentu memiliki rasa optimis dan sedikit pongah, bahwa perusahaan mana pun pasti akan tergiur untuk merekrutnya. Namun, ternyata harapan dan impian itu berbading terbali…
Kepercayaan diri Alif yang sedang menggelagak. Sudah separuh duania dikelilingi, tulisannya pun sudah banyak tersebar di berbagai media, dan yang menarik Alif diwisuda dengan nilai terbaik. Bahkan bagi seorang wisudawan terbaik, tentu memiliki rasa optimis dan sedikit pongah, bahwa perusahaan mana pun pasti akan tergiur untuk merekrutnya. Namun, ternyata harapan dan impian itu berbading terbali…
Hepi, perantau bujang yang menyalakan dendam di tepi danau. Martiaz, ayah yang pecah kongsi dengan anaknya di simpang jalan. Datuk, kakek yang ingin menebus dosa masa lalu di tengah surau. Pandeka Luko, pahlawan gila yang mengobati luka lama di rumah usang. Apakah “alam terkembang jadi guru” menjadi amanat hidupnya? Mungkinkan maaf dan lupa menjadi penawar bagi segenap luka? Ikuti petualang…