Zulaiha bersama keluarganya pindah ke suatu desa lantaran keadaan di kota sedang genting. Di sana ia mempunyai seorang sahabat bernama Misnawati. Ia mulai menyesuaikan keadaan di sana yakni dengan bekerja di sawah. Namun, saat ia berada di ladang ia kehilangan kalung pemberian dari orang tuanya. Zulaiha sangat sedih lantaran tidak bisa menemukan kalung tersebut. Namun tiba-tiba saja Misnawati d…
Gema Tanah Air terbit pertama kali tahun 1948, memuat prosa dan puisi antara tahun 1942 - 1948. Maksud dan tujuannya ialah sebagai dokumentasi dari apa yang berharga tersebar dimana - mana di masa Jepang dan revolusi dan sebagaiperkenalan para pengarang dan penyair yang baru muncul. Semenjak pertama kalinya terbit telah banyak kejadian dalam kesusasteraanIndonesia. dari pengarang - pengarang ya…
Dalam buku ini, sang penulis secara berturut-turut telah mengumpulkan prosa dan puisi, yang dipilih dari karya-karya para sastrawan Indonesia. Buku ini memuat Kumpulan cerpen dan puisi tahun 1942 sampai 1948 karya Chairil Anwar, Nugroho, M.A. Djoehana, Idrus, Samiati Alisjahbana, M. Balfas, M. D. Asien, Darius Marpaung, Asrul Sani, Harijadi S. Hartowardojo, Siti Nuraini, Toto Sudarto Bachtiar.
Novel ini menceritakan perjuangan seorang Ibu yang berjualan bakmi demi anaknya.Diceritakan dalam novel ini adalah ada seorang anak bernama Angel yang orang tuanya kaya raya sehingga Ia memperoleh fasilitas mewah termasuk bersekolah di SMP Internasional Budaya Jakarta.Tidak hanya kaya tetapi Angel juga membuktikan bahwa Ia anak yang pintar berprestasi di sekolahnya.
Buku ini bercerita tentang keserakahan akan harta benda dan kekuasaan yang seringkali membutakan orang. Tipu daya, fitnah, muslihat, dan khianat akan dengan ringan dilakukan untuk mendapatkannya. Akan tetapi, kita harus ingat satu hal, Tuhan akan meningatkanyang lalai dan menghukum yang salah. Kisah ini mejadi semacam bahan bagi kita untuk menyadari hakikat hidup dan kehidupan kita pada umumnya.
Buku ini bercerita tentang nasib dan duka derita seorang gadis yang bernama Hamidah, yang selalu kehilangan pria yang dicintainya, dan yang selanjutnya dikiaskan sebagai kehilangan mestika.