Pangeran Diponegoro (1785–1855), seorang mistikus, muslim yang saleh, dan pemimpin perang suci melawan Belanda antara tahun 1825 dan 1830, adalah pahlawan nasional tersohor dalam sejarah Indonesia. Meskipun demikian, sejauh ini belum ada biografi yang utuh tentang kehidupan sang Pangeran yang menggunakan sumber Belanda dan Jawa untuk melukiskan hidup pribadinya. Kuasa Ramalan Pangeran Diponeg…
Pangeran Diponegoro (1785–1855), seorang mistikus, muslim yang saleh, dan pemimpin perang suci melawan Belanda antara tahun 1825 dan 1830, adalah pahlawan nasional tersohor dalam sejarah Indonesia. Meskipun demikian, sejauh ini belum ada biografi yang utuh tentang kehidupan sang Pangeran yang menggunakan sumber Belanda dan Jawa untuk melukiskan hidup pribadinya. Kuasa Ramalan Pangeran Diponeg…
Girls Generation memulai karier di dunia musik pada 5 Agustus 2007. Awalnya, mereka nggak langsung memiliki penggemar sebanyak saat ini. Justru mereka memiliki banyak antifans karena rumor nggak benar yang beredar. Kemudian, banyak yang berbalik mendukung, bahkan menjadi penggemar setia mereka. Penggemar setia mereka (S♥NE) terdiri atas berbagai kalangan dari berbagai negara.
Sup Tomat & Sepatu Basah (Sebuah Jurnal) berisi pengalaman nyata sehari-hari. Sebuah pengalaman menjentikkan pertanyaan-pertanyaan mendasar tentang kehidupan. Setiap orang akhirnya diajak untuk menjawab pertanyaan itu dengan jawabannya sendiri. Tidak akan ada jawaban benar ataupun salah, karena pertanyaaan yang diajukan adalah tentang kehidupan masing-masing orang.
Jalan terjal harus dihadapi capres Partai Gerinda, Prabowo Subianto. Dalam bukunya, Letjen (Purn) Sintong Panjaitan telah menuding Prabowo merencanakan counter coup d’etat pada Maret 1983. Saat itu Prabowo menengarai Moerdani akan melakukan kudeta dan ia berusaha untuk menggagalkannya. Cara counter coup d’etat ala Prabowo tersebut adalah dengan berencana ‘mengambil’ sejumlah nama perwir…
Buku ini mengisahkan kehidupan Dr. Soetomo semenjak dari usia anak-anak sampai dengan perjuangannya mempersatukan bangsa.
Panglima Besar sudah terikat sumpah: haram menyerah bagi tentara. Karena ikrar inilah Soedirman menolak bujukan Sukarno untuk berdiam di Yogyakarta. Dengan separuh paru-paru, ia memimpin gerilya. Selama delapan bulan, dengan ditandu, ia keluar-masuk hutan.