Mohammad Natsir hidup dan pribadi sederhana dan jauh dari kecintaan terhadap harta dan benda. Dia tidak mau "menghabisi" orang-orang yang sepaham dengannya, dengan menghalalkan segala cara. ia berpolitik dengan kata-kata sopan dan sepantasnya tanpa menimbulkan ketersinggungan pribadi.
Tragedi kemanusiaan ini akhirnya ditulis langsung oleh saksi-saksi sejarah, yaitu anak-anak korban, sekali pun terlambat lebih dari 30 tahun. Seperti yang tertulis dalam awal isi buku, para penulis tidak berharap muluk-muluk dengan diterbitkan buku ini. Mereka hanya ingin agar tragedi ini tetap berada pada panggung kehidupan berbangsa dan bernegara dalam bentuknya yang benar, jujur, tulus apa a…
Buku ini dihadirkan dalam kerangka untuk kepentingan sejarah bagi perjuangan bangsa dan Negara Republik Indonesia tercinta, untuk menunjukan, menyakinkan riwayat Indonesia yang telah digali oleh para pemimpin-pemimpin kita terdahulu yang sepanjang sejarah hidupnya telah mengabdikan seluruh jiwa raganya bagi kemerdekaan, keselamatan, kebesaran bangsa dan negara.
Buku ini membahas tentang bagaimana menanamkan jiwa nasionalisme serta mengenal para tokoh seni di indonesia
Buku tentang Tokoh Pemikir Paham Kebangsaan Prawoto Mangkusasmita. Wilopo, Ahmad Subarjo ini merupakan salah satu hasil pelaksanaan kegiatan penelitian/penulisan Proyek lnventarisasi dan Dokumentasi Sejarah Nasional Direktorat Jenderal Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 1996/1997. Buku ini menguraikan tentang pemikiran tiga tokoh kebangsaan Prawoto Mangkusasmita, Wil…
Bangsa Indonesia lahir dari sebuah perjuangan dan kerja keras yang panjang. Tidak hanya bermodalkan semangat dan mimpi untuk mewujudkan kemerdekaan, tetapi dibutuhkan pengorbanan yang besar, seperti yang dilakukan oleh para pahlawan Indonesia. Dengan gagah berani mereka bahu-membahu berjuang melawan dan mengusir penjajah. Mereka tidak berharap dihargai atau dijuluki sebagai pahlawan karena mere…
Pangeran Diponegoro (1785–1855), seorang mistikus, muslim yang saleh, dan pemimpin perang suci melawan Belanda antara tahun 1825 dan 1830, adalah pahlawan nasional tersohor dalam sejarah Indonesia. Meskipun demikian, sejauh ini belum ada biografi yang utuh tentang kehidupan sang Pangeran yang menggunakan sumber Belanda dan Jawa untuk melukiskan hidup pribadinya. Kuasa Ramalan Pangeran Diponeg…