Buku ini berisi 12 cerita pendek yang bernilai sastra. Hampir semuanya melukiskan penderitaan manusia ditengah kebalauan dunia yang keras dan kejam.
Novel Si Doel Anak Djakarta ini menceritakan Abdul Hamid atau si Dul dengan kenakalan-kenakalan sebagai seorang anak dengan latar belakang budaya Betawi sebelum perang. Ia anak tunggal. Ibunya bernama Amne. Ayahnya bekerja sebagai sopir kendaraan umum jurusan Bogor-Jakarta.
Dalam novel yang mencekam ini, Saint-Exupéry bercerita tentang pria pemberani yang mengemudikan pesawat pos malam dari Patagonia, Chili, dan Paraguay ke Argentina pada masa-masa awal penerbangan komersial.
Zulaiha bersama keluarganya pindah ke suatu desa lantaran keadaan di kota sedang genting. Di sana ia mempunyai seorang sahabat bernama Misnawati. Ia mulai menyesuaikan keadaan di sana yakni dengan bekerja di sawah. Namun, saat ia berada di ladang ia kehilangan kalung pemberian dari orang tuanya. Zulaiha sangat sedih lantaran tidak bisa menemukan kalung tersebut. Namun tiba-tiba saja Misnawati d…
Buku ini mengisahkan petualangan Gani Rahadian dan Zenda Tampias di Pulau Surga. Kedua dokter hewan itu berusaha menggagalkan rencana Harry Iskandar yang ingin melakukan rekayasa genetik dengan cara mengubah binatang buas menjadi jinak sehingga dapat dikendalikan sesuai dengan keinginan mereka dan mengembangkan virus yang mematikan untuk dijadikan senjata perang.
Buku ini merupakan kumpulan cerita roman yang berlatar belakang perang,patriotisme,heroisme dan petualangan.
Novel remaja berjudul Terbangnya Elang karya Tunjungseto ini menampilkan tokoh-tokoh utama: Dewayani seorang insinyur elektro, dan dua orang teman sekuliahnya, yakni Bayu dan Belladonna. Mereka terlibat dalam kisah cinta segitiga. Namun baik Yani maupun Bella tak terwujud cintanya dalam membangun rumah tangga dengan Bayu. Akhir hubungan mereka terasa tragis.
Buku Kesepuluh: Lereng Licin adalah novel kesepuluh dalam seri novel anak-anak Serangkaian Peristiwa Malang karya Lemony Snicket.
Buku ini menceritakan seputar kehidupan orang-orang Indonesia yang tinggal diluar negeri dan juga mereka yang menikah dengan orang asing. Kehiduapan yang diceritakan beragam mulai dari tentang pernikahan, kehidupan rumah tangga, hingga persahabatan serta lika liku kehidupan yang penuh warna.
Tidak ada perjuangan tanpa pengorbanan. Namun tak ada pengorbanan yang lebih indah daripada menggapai Syahid di jalan-Nya. Itulah pesan tersirat dari Melvi Yendra dalam buku kumpulan epik pertamanya ini. Dengan gaya bercerita yang mengalir dan seru, ia hanyutkan pembaca dalam gelegak ruh dan semangat jihad di hampir setiap kisahnya. Sungguh sebuah buku yang terlalu berharga untuk dilewatkan.