Tidak ada perjuangan tanpa pengorbanan. Namun tak ada pengorbanan yang lebih indah daripada menggapai Syahid di jalan-Nya. Itulah pesan tersirat dari Melvi Yendra dalam buku kumpulan epik pertamanya ini. Dengan gaya bercerita yang mengalir dan seru, ia hanyutkan pembaca dalam gelegak ruh dan semangat jihad di hampir setiap kisahnya. Sungguh sebuah buku yang terlalu berharga untuk dilewatkan.
Hamli tak pernah mengira, keputusannya untuk menerima beasiswa pemerintah Belanda demi melanjutkan sekolah ditentang oleh orangtuanya. Orangtua yang justru dia harapkan akan mendukung sepenuh hati. Namun, adat Minang yang mengikat erat ternyata membelenggu cita-citanya. Hamli pun kemudian memutuskan untuk melanggar adat, merantau demi ilmu. Dan ketika dalam perantauan dia bertemu dengan moja…