Buku ini diterbitkan dengan maksud untuk menjembatani dan sekaligus mengisi kekurangan jenis sastra Indonesia lama diteliti dan dibicarakan.
Di dalam kumpulan cerpen itu terdapat delapan buah cerpen yang berjudul "Pertemuan", "Turunan-Turunan Bangsawan", "Debu Berembun Dilabuh", "Di Bawah Kaki Pak Dirman", "Malam Abstrak", "Repo dan Lusi", "Orang—Orang Gila", dan "Penyelundup Risau". Cerpen-cerpen tersebut merupakan karya-karya Nasjah Djamin yang ditulisnya antara tahun 1960 dan 1961 yang diterbitkan dalam majalah-majalah populer,…
Sajak-sajak Sapardi dalam buku ini dikenal sebagai sajak-sajak imajis. Imaji-imaji sajaknya jernih dan hidup, sebagai suasana dan pengalaman puitik yang ditampilkan sampai kepada kita secara hidup pula. Pun kita dibawa ke dalam pengalaman intuitif yang demikian bening.
Buku ini mencoba untuk mengungkapkan tentang lingkungan alam Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Propinsi Bali yang sampai kini masih lestari.
Buku ini terbagi menjadi 3 bab, membicarakan bagaimana mengenali puisi dari jenis karya lainnya, memahami puisi, dan menghargai puisi (mengenal kehebatan dan keistimewaan) puisi, disertai latihan.
Anak-anak yang lahir setelah tahun 50-an, tak dapat membayangkan bagaimana Perang Kemerdekaan di tanah air kita ini terjadi. Padahal jaman revolusi pisik itu memiliki ajaran semangat yang pantas ditiru. Karenanya, salah satu sarana untuk meperkenalkan jaman perang tersebut kepada anak-anak, dibutuhkan buku-buku bacaan yang bertemakan kepahlawanan di jaman yang lampau.