umumnya, cerpen-cerpen hermawan ini berbentuk semacam 'monolog' yang mempertanyakan keadilan, cinta, tanggung jawab, dan apa pun yang sangat 'kini' ada semacam 'kegeraman' yang ingin disampaikan penulis kreatif ini.
Di pinggir Kota Bogor, dekat sebuah kampung bernama Batu Luhur, seorang anak bernama Zarah, dan adiknya, Hara, dibesarkan secara tidak konvensional oleh ayahnya, dosen sekaligus ahli mikologi bernama Firas. Cara Firas mendidik anak-anaknya mengundang pertentangan dari keluarganya sendiri.